Museum Wayang Sendang Mas Banyumas (2)

Lanjut menelusuri Museum Wayang Sendang Mas, dari pintu utama dimana terdapat kaligrafi berbentuk Punakawan, kita berbelok ke kiri. Ada tabel jenis-jenis wayang
Musium Wayang Sendang Mas (60)Diantaranya wayang kulit purwa, kidang kencana, gedog, klitik kulit dan seterusnya. Kita telusuri wayang yang ada di sisi utara:

Musium Wayang Sendang Mas (59)

Pertama kita jumpai Wayang Kidang Kencana yang merupakan wayang versi kecil yang mudah dimainkan olah anak kecil sekalipun.

Musium Wayang Sendang Mas (58)

Wayang kidang kencana simpingan kiri yang diisi mulai wayang Bambangan rai mbranyak (mendongak), Baladewa, Duryudana, Dasamuka, Lembusura dan Maesasura serta buta raton terbesar.Musium Wayang Sendang Mas (57)

Simpingan kanan di mulai sari Wayang Rampogan, Wayang Putren (wanita), Bambangan, Janaka, Wayang Begawan/Dewa, Sugriwa, Antareja, Gatotkaca, Bima, Bayu, Yamadipati dan terakhir wayang Gendurwa.Musium Wayang Sendang Mas (56)
Lanjut ke timur, ada jejer dimana Resi Seta diadep Punakawan Banyumasan. Ukuran wayangnya diatas kidang kencana namun masih dibawah wayang jaman sekarang. Ini sepertinya wayang Gagrak Banyumas versi original.Musium Wayang Sendang Mas (54)

Jejer berikutnya menampilkan Prabu Baladewa diadep Prabu Karna dan Jayadrata. Masih wayang bergaya Banyumas kuna. Bedahan (roman) muka Baladewa di sini terlihat agak aneh untuk jam

an sekarang.Musium Wayang Sendang Mas (89) Fokus ke wayang Jayadrata di sini. Inilah wayang style Banyumas, postur wayangnya langsing seperti wayang gaya Surakarta, namun tatahan dan bedahan muka mirip gaya Jogja. Jayadrata memakai praba juga seperti wayang Surakarta namun beda di gelungnya.

Musium Wayang Sendang Mas (52) Selanjutnya adalah jejer Ramayana. Dasamuka diiringi oleh Indrajit, Prahasta dan Ratu buta berhadapan dengan Rama (atau Gunawan Wibisana) diiringi Laksmana, Sugriwa dan Anoman. Wayang yang digunakan sebagai Rama lebih tepat sebagai Wibisana atau versi lain untuk Arjuna Sasarabahu, Sabrangan Bagus atau bahkan Dewa Srani.Musium Wayang Sendang Mas (51) Jejer selanjutnya adalah Durna diadep Bima, Setyaki dan Petruk. Wayangnya berukuran kecil, Bima di sini menyerupai gagrak Jogja, Setyaki bergaya rapekan (mirip wayang patih) dan Petruknya menunduk.

Musium Wayang Sendang Mas (49)

Jejer paling timur sisi utara dalah Pandawa bergagrak Banyumas era modern. Wayangnya leboh besar dengan tatahan, bedahan dan sunggingan yang khas. Menurut informasi wayang ini disebut Gaya Sikampuhan karena dikembangkan oleh pembuat wayang dari Sikampuh.

Terkait:

Iklan

Terima Kasih Atas Komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s