Kurawa 100

Kurawa berumlah 100, namun wujud wayang berjumlah 100 itu tidak banyak yang mencoba menampilkannya. Menurut kabar, wayang kurawa 100 terdapat di koleksi Keraton namun belum ada yang menampilkannya.

Christoper Dewa Wardana - Kurawa

Kurawa 100 – Christoper Dewa Wardana

Wujud wayang Kurawa yang keluar sekarang ini tidak banyak. Ada juga yang punya ide membuat wayang-wayang kurawa baik dengan wujud wayang sesungguhnya, coretan pena atau olah digital, namun jumlahnya belum 100. Ada juga sempat ada yang membuat wayang Kurawa berupa coretan pensil dengan jumlah yang cukup banyak, hampir 100, namun bentuknya coretannya masih jauh dari bentuk wayang  standar

1. Prabu Duryudana

Kurawa coretan sederhana

Karena itulah, setahun yang lalu, muncul ide tercetus untuk mencoba membuat plah digital untuk wayang kurawa berjumlah 100, berbasis wayang yang sudah ada dengan merubah sandangan atau irah-irahannya. Agar tidak terlalu banyak , akan ditampilkan dalam beberapa bagian tergantung blaknya.

Untuk bentuk dan penamaan, mengambil dari beberapa referensi : (klik tautan dibawh ini)

KURAWA BAKU

BLAK GARDAPATI

BLAK KARTAMARMA

BLAK KARTAMARMA (MATA TELENGAN)

BLAK BOGADENTA

BLAK BOGADENTA (MATA KEDONDONGAN)

BLAK SARJAKESUMA

BLAK DURMAGATI

BLAK CITRAKSI

BLAK DURSASANA

BLAK PRAGOTA

Referensi : Sumanto Susilamadya, R Bima Slamet Raharja, Christoper Dewa Wardana, Den Nur Cahyo, Suwadi Krijo Taruno

KURAWA BAKU

Bagian pertama adalah wayang Kurawa yang sering muncul di pagelaran wayang:

duryudana

Duryudana

Kurawa anak pertama yang menjadi Raja Astina. Punya kemampuan Gada yang seimbang dengan Bima, karena sama-sama berguru dengan Baladewa. Pertarungannya juga menjadi penutup perang Baratayuda.

dursasana

Dursasana

Adipati Banjarjungut, dikenal sebagai orang yang berusaha menarik kain Drupadi ketika Lakon Pendawa Dadu. Kemudian dia tewas secara mengenaskan di tangan Bima dalam perang Baratayuda.

kartamarma_solo

Kartamarma

Kurawa yang hampir pasti muncul di jejer Astina, adipati Banyutinalang ini merupakan panglima Astina. Diceritakan dia masih hidup ketika Baratayuda usai, kemudian bersama-sama Aswatama menyusup ke markas Pandawa dalam lakon Aswatama Nglandak. Kemudian dia tewas oleh Bima

durmagati

Durmagati

Durmagati adalah Kurawa yang berwatak gecul, bercanda, nglawak dan agak bodoh. Dalam perang dia hanya pelangkap karena hampir pasti dikalahkan dengan mudah atau pun mundur terlebih dulu. Kata-katanya lugas dan kadang menyindir dengan telak ke Sengkuni.

citraksa

Citraksa dan Citraksi juga tak ubahnya Durmagati yang berwatak gecul dan penakut.

citraksi

6. Citraksi


Citraksi ini juga punya cacat jika ngomong gagap. Jadi bahan lelucon dalang ketika memainkannya.

Dursilawati

Dursilawati

Dursilawati adalah satu-satunya Kurawa perempuan. Dia menjadi istri Jayadrata yang merupakan salah satu Panglima Astina.

 

BLAK GARDAPATI

Gardapati_resize

Gardapati

Gardapura_resize

Gardapura

Wayang kurawa hasil kreasi menggunakan blak atau basis Gardapati. Garadapati untuk wayang Solo bermuka mirip yaksa, padahal secara logika, Kurawa bukanlah golongan Yaksa. Jadi wayang Garadapati dirubah mukanya menjadi cuma gusen tanpa taring.Dengan kesaktiannya, ia berhasil merebut negara Bukasapta, dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Gardapati. Adik kesayangannya Gardapura di angkat menjadi raja muda bergelar Prabu Anom Gardapura.

Saat berlangsungnya perang Bharatayuda, Gardapati diangkat menjadi senapati perang Kurawa dengan senapati pendamping Prabu Wresaya. Gardapati tewas dalam peperangan melawan Bima. Tubuhnya hancur dihantam gada Rujakpala.

Wresaya_resize

Wresaya

Kurawa terkemuka yang lain yang menjadi raja sabrang. Akibat terpental dalam peristiwa “Pendawa Traju” yaitu adu berat badan antara keluarga Kurawa melawan keluarga Pandawa. Wresaya terus pergi mengembara. Dengan kesakiannya akhirnya ia berhasil merebut negara Glagahtinalang, dan mengangkat dirirnya sebagai raja begelar Prabu Wresaya.

Saat berlangsungnya perang Bharatayuda, Prabu Wresaya diangkat menjadi senapati perang Kurawa, mendampingi saudara tuanya, Prabu Gardaparti. Akibat siasat Prabu Gardapati, yang memancing Bima bergeser dari tempat kedudukannya ke tempat yang tidak dikenalnya, maka Werkudara terjebak masuk kedalam daerah yang berlumpur bersama-sama dengan Arjuna. Namun pada saat terakhir Bima dapat menyelamatkan diri bersama Arjuna dan Gardapati beserta Wresaya menjadi korban tewas tenggelam dalam lumpur.

Wikarpa

Wikarpa (klasik klatenan)

Salah satu Kurawa Protagonis

 

BLAK KARTAMARMA

Kartamarma adalah wayang baku, dari bentuknya dikembangkan dengan mengganti irah-irahan, jadilah beberapa macam paraga berikut

Surtayu IM_resize

Surtayu

Surtayu klasik trial 3

Surtayu Klasik Klatenan

Tokoh ini termasuk sering muncul dalam perang gagal. Sebagai salah seorang Kurawa yang berperang melawan Pandawa atau pasukan sabrang. Dan seperti biasa Surtayu akan kalah. Bentuk wayangnya mirip Kartamarma namun tanpa praba, diganti rambut ore baik ore lurus atau gimbal.

Surtayuda IM_resize

Surtayuda

Surtayuda klatenan klasik

Surtayuda Klasik Klatenan

Sama seperti Surtayu tokoh ini juga cuma muncul ketika perang gagal. Namun ada suatu cerita dia wayang Gagrak Yigyakarta, dalam perang Baratayuda, Surtayuda berperang dan menewaskan Patih Andakawana. Wayang Surtayuda mirip Surtayu namun rambut gimbal tanpa Ore, dan ada juga yang mengatakan Surtayuda memakai sampir.

Widandini IM_resize

Widandini

Arya Widandini pandai dalam olah ketrampilan mempergunakan senjata gada dan trisula. Dengan kesaktiannya ia berhasil merebut negara Purantara dan mengangkat dirinya menjadi raja bergelar Prabu Windandini.

Anuwenda_resize

Anuwenda

Adik kesayangannya Anuwenda diangkat menjadi patih negara Purantara. Pada saat berlangsungnya peran Bharatayuda, Prabu Widandini diangkat sebagai senapati perang Kurawa dan mengerahkan seluruh balatentara negara Purantara ke perang Kurusetra. Prabu Widandini dan Anuwenda tewas dalam peperangan melawan Arjuna

Wiwingsati IM_resize

Wiwingsati

Salah satu Kurawa yang muncul di adegan pengeroyokan Kresna dalam lakon Kresna Duta. Dalam perang Baratayuda, Wiwingsati mati melawan Nakula.

Kurawa 78_resize

Kurawa 78

Kurawa 79_resize

Kurawa 79

Kurawa 80_resize

Kurawa 80

Citrabaya_resize

Citrabaya

Citramarma_resizeDirgabahu_resizeDurasa_resizeDurkaruno_resizeDurmanggala_resizeKartadenda_resizeSatrunjaya_resizeSwaradenta_resizeWikatha_resize

 

BLAK KARTAMARMA (MATA TELENGAN)

Masih menggunakan blak atau master dari Kartamarma, hanya saja menggunakan mata telengan (bulat) alih-alih mata kedondongan.

Kurawa 88_resize

Kurawa 88

Agrariyin_resizeAgrasara_resizeCitrayuda_resizeDirgacitra_resizeDuryuda_resizeJayaboma_resize

 

BLAK BOGADENTA

Bogadenta di dini mengcu pada wayang baku Gagrag Yogyakarta, mendongak dan mata telengan, dari balak ini dibuat paraga lain

Bogandenta_resize

Bogandenta

Bogadenta adalah salah satu Sata Kurawa yang terkemuka dan sakti. Bogadenta memperoleh kesaktian dari Resi Rasakumala, sampai kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan Padepokan Colomadu. Saat sampai di Astina, seekor Gajah mengamuk dan mengejar seorang putri. Ia berhasil menolong putri tersebut dan menundukkan sang gajah dengan meloncat ke atas leher, menunggangi dan menekan kepala sang Gajah hingga tak berdaya. Gajah itu kemudian menjadi kendaraan Bogadenta dan diberi nama Murdaningkung, sedang sang putri yang bernama Murdaningsih menjadi srati atau pawang.

Dalam lakon “Pendawa Traju” Sakuni mengadu remaja-remaja Kurawa dan Pandawa untuk ditimbang, pihak yang menang akan mendapat hadiah. Mengetahui kalah jumlahnya, Pandawa kemudian mengajukan syarat agar Kurawa dulu yang naik ke timbangan. Setelah Kurawa naik, Pandawa satu persatu menaiki timbangan. Bima yang mendapat giliran terakhir kemudian dengan sekuat tenaga meloncat ke timbangan. Akibatnya Bogadenta dan beberapa saudaranya terpental hingga ke negara seberang. Atas kesaktian Bogadenta, ia kemudian menaklukkan Turilaya, negara seberang tersebut dan menjadi raja dengan memperistri Dewi Murdiningrum.

Dalam perang Bharatayudha, bersama pasukan dari Turilaya, Bogadenta menjadi panglima perang Kurawa yang berani dan mampu mengobrak-abrik pertahanan Pendawa. Bogadenta bersama gajah Murdaningkung, dan srati Dewi Murdaningsih menjadi pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Uniknya, kesaktian mereka terletak pada tetesan air mata. Bila salah satu diantara mereka mati, maka tetesan air mata dari yang lain akan membuat yang mati hidup kembali. Sebuah kesaktian yang tercipta dari kesatuan rasa dan cinta.

Dalam lakon ini Arjuna hampir terjebak rayuan Murdaningsih, namun bisa disadarkan Kresna. Arjuna kemudian berhasil menewaskan Murdaningsih, Gajah Murdaningkung serta Prabu Bogandenta satu persatu, namun jika diantara ketiga ini hidup maka bisa menghidupkan yang lain. Akhirnya dengan saran Kresna, cara menyingkirkan ketiganya adalah dipanah sekaligus bersamaan, dan siasat ini berhasil menewaskan Raja, Gajah dan Sratinya itu.

Kertipeya IM2_resize

Kertipeya

Raja negara Rujimalawa, termasuk Kurawa yang sakti sehingga bisa menjadi raja Negara sabrang. Ia pandai dalam oleh ketrampilan mempergunakan senjata gada dan lembing. Ia tewas ditangan Bima ketika Perang Baratayudha. Tokoh ini sering muncul di lakon carangan di wayang Banyumasan sebagai sraja sabrang, murid Durna yang membantu keinginan Sang Guru.

Kurawa 85_resize

Kurawa 85

Kurawa 86_resize

Kurawa 86

Kurawa 87_resize

Kurawa 87

Bimasuwala_resizeCarucitra_resizeCitraboma_resizeCitrasena_resizeDanurdara_resizeDurprakempa_resizejayawikatha_resize

 

BLAK BOGADENTA (MATA KEDONDONGAN)

Masih menggunakan blak Bogadenta, hanya saja mata dirubah menjadi kedondongan, dan juga mulut guusen

Bomawikatha_resize

Bomawikatha

Bomawikatha adalah salah seorang Kurawa terkemuka, dia memiliki hubungan yang sangat erat dengan saudaranya yang bernama Wikathaboma. Mereka berdua merupakan saudara tunggal guru dan hidup dalam satu jiwa. Artinya apabila yang satu diantara mereka mati dan dilangkahi saudara yang masih hidup, maka yang mati akan hidup kembali.

Wikathaboma IM2_resize

Wikathaboma

Karena kesaktiannya itu, dalam perang Bharatayuda ketika Resi Drona menjadi Senapati Agung Kurawa dengan tata gelar perangnya “Cakraswandana”, Wikathaboma dan Bomawikatha diangkat menjadi senapati pengapit. Sepak terjang mereka sangat menakutkan keluarga Pandawa. Tapi akhirnya Wikataboma dan Bomawikata tewas dalam peperangan melawan Bima. Kepala mereka diadu kumba (saling dibenturkan) hingga hancur, dan keduanya mati secara bersamaan.

Kurawa 81_resize

Kurawa 81

Kurawa 82_resize

Kurawa 82

Kurawa 83_resize

Kurawa 83

Bimarata_resizeCitrakunda_resizeCitrakundala_resizeCitrasandha_resizeHanudara_resizeKratana_resizeSatrusaha_resizeTokayo_resizeWahkawaca_resize

BLAK SARJAKESUMA

Walaupun Sarjakesuma bukan ukan tergolong Kurawa 100, namun wujudnya pas untuk blak Kurawa yang merupakan paman-pamannya

Kurawa 93_resize

Kurawa 93

Kurawa 94_resize

Kurawa 94

Kurawa 95_resize

Kurawa 95

Kurawa 96_resize

Kurawa 96

Dursaya_resizeDurwimocana_resize

 

BLAK DURMAGATI

Kurawa 89_resize

Kurawa 89

Kurawa 90_resize

Kurawa 90

Kurawa 91_resize

Kurawa 91

Kurawa 92_resize

Kurawa 92

Citrakala_resizeCitralaksiya_resizeDurnetra_resize

Iklan

Terima Kasih Atas Komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s