Balada Sebuah Kabel, Duka Penonton Wayang Belakang Kelir

Wayang Belakang Keliar Dan Kabel 1

Berangkat menonton wayang lalu menontonnya dari belakang kelir walau sekarang sudah “tidak musim” namun tetap enak dinikmati, efek bayangan ketika wayang dimainkan apalagi ketika adegan perang jelas lebih dramatis daripada dari belakang dalang/depan kelir. Namun apa daya kenikmatan menonton bayangan itu terganggu sebuah kabel yang melintang. Bahkan tak cuma itu, juluran kain tarub serta batang pohon juga menganggu. Memang ini statusnya di kebun, kalo batang pohon masih dimaklumi lah.

Wayang Belakang Keliar Dan Kabel 1bMencoba mendekat, biar kata harus ndangak-ndangak, lambaian kain tarub menghilang tapi kabel lighting ini tetap menganggu. Itulah suka-duka menonton wayang dari belakang kelir. Tapi tak cuma itu, kita simak banyak lagi penggangu kenikmatan menonton wayang;
Wayang Belakang Keliar Dan Kabel 5

Masih kabel, dan ditambah sesuatu yang lebih besar, yaitu tiang tarub.

Wayang Belakang Keliar Dan Kabel 4

Yang ini adalah pertunjukan duet, ada dua penghalang yaitu tiang kelir, kalo yang ini tak bisa diganggu lagi namun yang kurang dipikirkan adalah posisi sound untuk kontrol dalang yang berada di tengah-tengah dua dalang.

Wayang Belakang Keliar Dan Kabel 2

Yang ini walau masih terganggu kabel namun tidak menganggu, namun alangkah lebih baik jika dirapikan setidaknya di daerah kelir yang berwarna gelap.Wayang Belakang Keliar Dan Kabel 3Nah yang ini sebenarnya bagus, kabel diset agar berada sepanjang tiang kelir, tidak mengganggu “arena” wayang, namun jika dirapikan tentu lebih baik.
Wayang Belakang Keliar Dan Kabel 6

Yang ini contoh pentas duet, memang tiang kelir tak bisa diganggu namn bisa diatur agar tidak terlalu menganggu jalannya pentas.

Memang sejak Indosiar rutin menyiarkan wayang, di dalamnya pasti ada pentas sinden ngibing, campursari dan semacamnya sehingga tampilan wayang menjadi ditonton dari belakang dalang. Semoga ke depan tren bisa kembali ke klasik dimana wayang ditonton bayangannya sesuai namanya.

Iklan

Terima Kasih Atas Komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s