Wayang Kreasi Digital (7)

 

Palugangsa
Palugangsa

Raden Palugangsa adalah anak Antareja, tinggi besar seperti Bratasena namun berkain rapekan, juga tangan menggunakan kuku. Ini adalah versi wayang Kebumen, menurut informasi dari Ki Langgeng Hidayat, dari Desa Rangkah Kecamatan Buayan, Kebumen. Beliau adalah murid Dalang Sono yang legendaris. Wayang Kebumen mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu campuran antara Mataraman dengan Banyumasan, dalam beberapa hal.

Danurwenda
Danurwenda

Untuk wayang Gagrag Solo, anak Antareja adalah Danurwenda.

Jaya Sumpena IM
Jaya Sumpena

Raden Jayasumpena adalah anak Gatotkaca dengan Dewi Sampani. Dewi Sampani adalah wanita yang mampu menahan Aji Narantaka sebagai syarat untuk diperistri Gatotkaca. Inspirasi dari wayang Jaya Sumpena gagrag Yogyakarta.

Pancasena - Trisno Dermaji
Pancasena – Trisno Dermaji

 

Pancasena IM
Pancasena KLuban.net

Pancasena adalah anak kelima Wekudara, ini pernah dipentaskan oleh Ki Kukuh Bayu Aji, salah satu dalang papan atas Banyumas sekarang ini. Wayang yang digunakan adalah mirip Ramabargawa dengan badan dicat emas dan tanpa Busur atau kampak. Wayang atas adalah kreasi Trisno, penyugging dari Gumelar Banyumas, sedangkan versi bawah adalah versi saya, agar Pancasena itu tidak terlalu mirip Ramabarga, seperti kata seorang pakar wayang dari Solo

Srenggini gelung
Srenggini gelung V_1

Srenggini menggunakan gelung, dengan menyamarkan capitnya dibawah lungsen.

Srenggini gelung 2
Srenggini gelung V_2

Srenggini gelung, dengan menyamarkan capit dibawah gelung supit urang

Gagahan Lungsen Praban Kunca 1
Gagahan Praban

Gagahn praban, bisa digunakan sebagai ratu penyamaran, misalnya dalam lakon Srenggini Murca terutama anak Bima. Bisa digunakan sebagai salah satu cucu Bima semacam Antasurya/Jayasusena (anak Antasena)

Gagahan Lungsen Praban
Gagahan Praban

Mirip seperti diatas, namun tanpa pupuk dan kunca berujung ganda. Bisa digunakan untuk ratu penyamaran atau salah satu kurawa seperti Wersaya atau juga Cucu Bima di jaman Parikesit atau Srenggini ratu

Gagahan Ore Mekuthan
Raja Muda gagah

Bisa digunakan untuk Srenggini Ratu atau cucu Bima

Gagahan Ore

Umunya disebut pas sebagai Antasurya/Jayasusena (Anak Antasena) namun bisa digunakan untuk Srenggini Bagus atau cucu Bima yang lain.

Kresnayana Jangkah
Kresnayana Jangkah

Ratu Muda mbranyak/lanyap bisa digunakan sebagai Kresnayana atau raja lain.

Prabu Janaka Jangkah
Prabu Janaka

Prabu Janaka adalah raja di Mantili, dia adalah Ayah Dewi Sinta alias mertua Ramawijaya
katongan mix

Wayang raja bagus, dengan muka mbranyak/lanyap kreasi dengan gaya jarik Majapahitan dan gelung Jawa Timuran

Suryakaca Revision
Suryakaca Remake

Suryakaca adalah anak Gatotkaca dengan dewi Suryawati

Antasena sirah Bratasena revision
Antasena Solo

Antasena Solo tanpa jamang. Bisa juga digunakan sebagai anaknya atau Antasurya/Jayasusena

Setyaki Prayungan
Setyaki Prayungan

Setyaki dengan bleger alias postur Jogja, namun dengan bedahan/roman muka Solo, demikian juga dengan tangan yang diperpendek seperti layaknya wayang Soloan

Wisnu Jogja modified
Wisnu Jogja modified

Batara Wisnu di wayang Jogja bisa menggunakan wayang bokongan, seperti Kresna namun dengan sorban di kepala. Ini adalah kreasi dengan menggunakan jangkah a la Majapahitan, bersepatu, bersampir

Terkait

Terima Kasih Atas Komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s