Wayang Kreasi Digital (41) – Wayang Bertopong

Topong adalah semacam mahkota dengan bentuk cenderung setengah lingkaran. Wayang  paling terkenal yang menggunakan topong adalah Adipati Karna. Apakah topong itu melambangkan seorang raja kecial, tidak juga karena Batara Guru yang merupakan Raja pada Dewa juga bertopong, Prabu Matswapati yang merupakan raja besar juga bertopong. Prabu Sentanu, Prabu Danapati juga raja besar yang menggunakan topong. Selain topong seperti yang sudah disebut sebelumnya, ada juga topong model Dursasana serta Citraksi atau Sengkuni (ada yang bertopong ada yang memakai trumbus)

Semacam Abimanyu bertopong
Semacam Baladewa namun bertopong

Wayang seperti ini bisa untuk Raja Bawahan Maespati (Raja Benggala atau Raja Kamboja) juga bisa digunakan untuk Kurawa (Gardapati, Gardapura, Kertipeya)

Bambangan Longok Topong

Wayang srambahan, bisa untuk Anak Karna atau Harya Suman

Bambangan Luruh Topong
“Caplangan longok” Bertopong

Caplangan itu wayang dengan ukuran sedang (di atas Bambangan di bawah Gagahan) mungkin contong caplangan paling mudah yaitu Setyaki. Wayang di atas bisa untuk punggawa, tumenggung atau patih srambahan.

“Caplangan luruh” Bertopong
Gagahan longok
Gagahan Luruh Bertopong

Prabu Srambahan, bisa untuk Raja Benggala atau Raja Kamboja (Bawahan Maespati). Untuk Wayang Jogja, bentuk seperti ini adalah Gardapati.

“semacam Udawa” bertopong
“semacam Udawa luruh” bertopong
Katoangan Rapek Topong

 

Prabu Citrarata
Citranggada
Suwanda

Terima Kasih Atas Komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s