Wayang Kreasi Digital (26)

Srambahan Pendita atau Penyamaran atau Patih Pragota Centhung Patih negara Mandura ini punya dua versi, yang satu bekethu/udheng/kupluk/trumbus seperti Sengkuni, namun ada juga versi yang kepalanya mirip wayang Cakil, dan terkenal dengan nama Pragota Centhung. Patih Srambahan Thelengan Patih gagahan, mripat thelengan, gelung gembel, bisa untuk patih Sucitra dari Madukara atau untuk srambahan Srambahan Kethu… Read More Wayang Kreasi Digital (26)

Wayang Kreasi Digital (12) – Gagahan Anak Bima

Lanjut berkreasi secara digital, walau tetap standar. Kali beberapa kreasi trah Jodhipati ANTASENA RAPEK Oleh penyorek awalnya disebut sebagai Antasena tapi kain rapek, namun tanpa keris. Kalo disebut Antasena bisa juga, namun sangat mungkin untuk paraga lain. Karena jik antasena dibuat lain daripada bentuk baku (baik versi jogja maupun Solo) umumnya harus punya ciri khusus… Read More Wayang Kreasi Digital (12) – Gagahan Anak Bima

Wayang Kreasi Digital (9)

Anak Gatotkaca dengan dewi Sumpani Bisa digunakan sebagai wayang srambahan baik, atau juga keturunan Bima baik anak mauapun cucu dan seterusnya, misalanya Anak Antasena (Jasasena/Jayasusena/Antasurya) Bisa digunakan sebagai wayang srambahan baik, atau juga keturunan Bima baik anak mauapun cucu dan seterusnya, misalanya keturunan Antasena Salah satu anak Gatotkaca yang menurut riwayat adalah kama yang jatuh… Read More Wayang Kreasi Digital (9)

Anak-anak Werkudara (Multi Gagrag)

Werkudara, tokoh wayan paling terkenal ini punya banyak versi, termasuk juga masalah anak-anaknya. Bagi pemerhati wayang, ada berapakah anak Bima? Di India yang kita saksikan serial di televisi, anak Bima adalah Gatotkaca. Ikut perang dan gugur di perang Baratayuda. Ditambah lagi adalah Sutasoma yang merupakan anak Bima dengan Drupadi. Di India Drupadi adalah istri bersama… Read More Anak-anak Werkudara (Multi Gagrag)